BANDA ACEH – Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) melalui Direktorat Inovasi Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DIRPM) menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program BIMA Kemdiktisaintek Tahun 2025 pada Selasa (28/10/2025) di Plenary Hall UUI, Banda Aceh.
Direktur DIRPM UUI Syarifah Asyura SPd MSc mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang didanai melalui Program BIMA Kemdiktisaintek berjalan sesuai rencana target luaran, serta ketentuan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM).
Selain itu, lanjutnya, monev juga menjadi sarana untuk menilai kemajuan pelaksanaan, kualitas laporan, dan kebermanfaatan hasil riset bagi masyarakat dan institusi.

“Melalui monev internal ini, universitas dapat mendeteksi secara dini hambatan yang dihadapi peneliti dan memberikan solusi sebelum monev eksternal dilakukan oleh DRTPM,” ujarnya.
Kegiatan Monev diikuti oleh Rektor UUI Dr Mutiawati MPd dan Wakil Rektor III Soraya Lestari SE MSi, para ketua dan anggota tim peneliti dan pengabdi penerima hibah BIMA 2025, reviewer internal, serta jajaran pimpinan fakultas dan program studi.
“Pelaksanaan dilakukan secara tatap muka dengan sesi presentasi hasil pelaksanaan oleh ketua peneliti/pengabdi di hadapan tim reviewer internal, disertai sesi tanya jawab dan diskusi evaluatif. Beberapa tindak lanjut dilakukan secara daring, khususnya untuk verifikasi dokumen dan laporan tambahan. Adapun aspek fokus penilaian mencakup empat komponen utama yaitu kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan proposal, capaian luaran penelitian dan pengabdian, pengelolaan dana hibah, serta keberlanjutan dan dampak hasil riset bagi masyarakat dan dunia akademik,” jelas Syarifah.

Sebagai penyelenggara utama, Syarifah menjelaskan bahwa DIRPM berperan strategis dalam mengoordinasikan seluruh proses monev, mulai dari persiapan jadwal, pengumpulan laporan, hingga penyusunan hasil evaluasi yang akan disampaikan ke DRTPM melalui sistem BIMA.
Laporan hasil monev ini tidak hanya menjadi bentuk pertanggungjawaban administratif, tetapi juga menjadi instrumen pengambilan keputusan strategis untuk peningkatan mutu penelitian dan pengabdian dosen di masa mendatang.
Selain memperkuat akuntabilitas pengelolaan hibah, monev juga mendorong peningkatan mutu luaran riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri, serta menumbuhkan budaya kolaboratif lintas disiplin ilmu.

“Melalui monev, dosen dapat melakukan refleksi terhadap pelaksanaan risetnya dan belajar untuk menghasilkan karya yang lebih berkualitas di masa depan,” tambah perwakilan reviewer internal dalam sesi diskusi.
Adapun reviewer Monev Internal Hibah BIMA Kemdiktisaintek Tahun 2025 terdiri atas Dr Drs Musdiani MPd (UBBG), Dr Ibrahim SKM MKes (Poltekkes Kemenkes Aceh), Dr Ismail MKes (Poltekkes Kemenkes Aceh) dan Dr Mutiawati SPd MPd (UUI).
Dari hasil evaluasi tahun 2025, sebagian besar tim peneliti dan pengabdi dinilai telah menunjukkan kinerja yang baik. Beberapa capaian penting yang patut diapresiasi antara lain peningkatan jumlah publikasi dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dibanding tahun sebelumnya, serta terwujudnya kolaborasi lintas prodi dan fakultas dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian.
Melalui kegiatan monev internal ini, UUI berharap dapat terus memperkuat budaya riset yang produktif, kolaboratif, dan berkelanjutan, serta meneguhkan posisi sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesejahteraan masyarakat melalui sistem BIMA Kemdiktisaintek.(*)

