BANDA ACEH – Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus inovatif yang mendorong riset aplikatif untuk kemaslahatan masyarakat.
Salah satu dosen Program Studi S1 Farmasi UUI, Apt Siti Samaniyah SFarm MFarm berhasil meraih hibah penelitian dari Kemendiktisaintek 2025 melalui riset bertajuk “Profil Metabolit Sekunder dengan LC-HRMS dan Uji Aktivitas Fraks: Etil Asetat Buah Jernang (Daemonorops draco Willd) Blume sebagai Antidiare Herbal.”
Dalam program talk show “Dosen Berbicara” yang tayang di stasiun televisi UB on TV, Selasa (28/9/2025), Siti Samaniyah menjelaskan bahwa penelitian ini dilatarbelakangi oleh keresahannya terhadap tingginya kasus diare di Indonesia diakibatkan sanitasi yang belum optimal.

Ia melihat potensi besar dari tanaman lokal seperti buah jernang, yang sejak lama telah digunakan secara tradisional oleh masyarakat Aceh sebagai obat alami.
“Buah jernang ini sudah digunakan masyarakat di pedalaman Aceh untuk mengobati diare. Mereka biasanya menyeduh kulit buahnya dengan air panas. Tapi selama ini penggunaannya masih sebatas tradisional, belum melalui pengujian ilmiah,” jelas Siti.
Siti menjelaskan melalui analisis yang dilakukan, Siti menemukan lebih dari 22 senyawa metabolit sekunder yang berperan penting sebagai anti-bakteri penyebab diare, terutama dari golongan flavonoid.
“Penelitian ini tidak hanya memperkuat dasar ilmiah penggunaan herbal, tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan industri farmasi berbasis bahan alam lokal,” ujarnya.

Menurutnya, selain nilai medis, penelitian ini memiliki dampak sosial ekonomi karena buah jernang bernilai jual tinggi, mencapai jutaan rupiah per kilogram.
Karenanya, Siti berharap hasil penelitiannya bisa mendorong masyarakat dan kelompok ibu rumah tangga untuk menanam serta mengolah tanaman herbal di pekarangan rumah.
Ia juga mengusulkan kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk membuka lahan budidaya jernang yang lebih luas.
“Dengan riset ini, kita ingin masyarakat sadar bahwa tanaman di sekitar kita punya potensi besar. Tidak hanya untuk kesehatan, tapi juga untuk ekonomi,” tambahnya.
Melalui riset-riset yang dilakukan para dosennya, UUI terus memperkuat perannya sebagai kampus riset dan inovasi di Aceh yang mendorong solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk kebutuhan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi lokal.
“Kami bangga, karena karya dosen UUI bukan hanya berhenti di laboratorium, tapi benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat. UUI tentunya akan terus mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini sebagaimana komitmen UUI menjadi kampus yang bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat luas,” tutur Rektor UUI, Dr Mutiawati MPd.(*)

