id info@uui.ac.id (0651) - 7555566 +62 82267811082
id info@uui.ac.id (0651) - 7555566 +62 82267811082

Mahasiswa Fikes UUI Ciptakan Inovasi Deodorant Alami dari Daun Sirih dan Lidah Buaya

BANDA ACEH – Mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) kembali menorehkan prestasi melalui kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) dengan menciptakan inovasi produk deodorant alami berbasis daun sirih (Piper betle L.) dan lidah buaya (Aloe vera L.).

Penelitian ini berlangsung dari Juni hingga September 2025 di Laboratorium UUI, Banda Aceh, dengan melibatkan masyarakat sekitar sebagai responden uji coba.

Tim peneliti terdiri atas mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan yaitu Muhammad Fahrial Rizki (Farmasi), Nurul Anjelini (Farmasi), Nurul Azayti (Ilmu Gizi), dan Fazira Azhima (Kebidanan), di bawah bimbingan Raudhatun Nuzul ZA SST MKes sebagai dosen pendamping.

Mereka berfokus mengembangkan produk deodorant alami yang aman, efektif, dan ramah kulit, khususnya untuk kalangan remaja.

Menurut Fahrial, pemilihan bahan alami didasari oleh keinginan menciptakan alternatif yang lebih sehat dibandingkan deodoran komersial yang kerap mengandung alkohol dan garam aluminium penyebab iritasi.

“Daun sirih memiliki sifat antibakteri yang kuat, sedangkan lidah buaya memberikan efek menenangkan dan melembapkan kulit,” ujarnya.

Proses pembuatan produk dilakukan melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% untuk mengekstrak senyawa aktif dari daun sirih dan lidah buaya.

Hasil ekstrak kemudian diformulasikan menjadi sediaan spray dengan tambahan bahan pendukung seperti gliserin dan propilen glikol agar tetap stabil dan nyaman digunakan.

Produk deodorant alami tersebut mendapat respon positif dari masyarakat, terutama kalangan remaja.

Uji coba menunjukkan bahwa produk ini memiliki aroma segar, tekstur ringan, dan tidak menyebabkan iritasi.

Beberapa responden bahkan menyatakan minat untuk menggunakan kembali jika produk ini tersedia secara komersial.

Menariknya, inovasi deodorant alami ini kini menjadi tren di kalangan Gen Z.

Kelompok usia muda tersebut dikenal aktif dan sering menghadapi masalah bau badan akibat aktivitas padat dan perubahan hormon, sehingga produk ini dianggap sebagai solusi sehat dan modern yang sesuai dengan gaya hidup mereka.

Dosen pendamping, Raudhatun Nuzul, menilai kegiatan ini tidak hanya melatih mahasiswa dalam penelitian, tetapi juga memperlihatkan bagaimana ilmu pengetahuan dapat diterapkan langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Inovasi seperti ini memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat riset yang berdampak sosial,” tuturnya.

Melalui ajang kompetisi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Belmawa pada tahun 2025, mahasiswa UUI memperoleh kesempatan untuk menciptakan inovasi dan kreativitas yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.

Program pendanaan PKM dari Belmawa ini memberikan manfaat luar biasa, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi dosen pendamping yang berperan aktif dalam membimbing riset agar hasilnya memberi dampak positif bagi perguruan tinggi dan masyarakat luas.

Karenanya, tim berharap masyarakat semakin sadar pentingnya penggunaan produk alami dan termotivasi untuk memanfaatkan kekayaan bahan herbal lokal.

Ke depan, tim PKM UUI berencana melanjutkan riset ke tahap uji klinis lanjutan serta menjalin kerja sama dengan UMKM lokal agar produk deodorant alami ini dapat dikembangkan secara komersial dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Penelitian ini menjadi bukti nyata komitmen UUI dalam mendukung inovasi berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat melalui riset mahasiswa.(*)

Leave a Reply