BANDA ACEH – Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan riset yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu dosen Program Studi S1 Farmasi, Kesumawati, MT, berhasil mengembangkan sabun padat transparan berbahan dasar daun dan biji mangga golek.
Penelitian ini didukung melalui hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP) Kemdiktisaintek 2025.
Kesumawati menuturkan, gagasan ini lahir dari kepeduliannya terhadap limbah daun dan biji mangga yang kerap terbuang sia-sia.
“Padahal, keduanya menyimpan potensi besar: daun mangga mengandung senyawa antibakteri, sementara bijinya dapat diolah menjadi minyak sebagai bahan sabun.
Dari satu pohon saja, kita bisa hasilkan produk yang sehat sekaligus bernilai ekonomis,” ujarnya dalam program talk show Dosen Berbicara di UB on TV.

Sabun alami ini tidak hanya bermanfaat untuk kebersihan, tetapi juga berpotensi membantu mencegah infeksi kulit akibat bakteri Staphylococcus aureus.
Data Dinas Kesehatan Banda Aceh tahun 2024 mencatat, penyakit kulit masih menjadi salah satu dari 10 besar penyakit terbanyak di kota tersebut.
Selain fungsi kesehatan, sabun transparan berbahan alami ini juga memiliki nilai estetika yang menarik.
“Produk ini juga punya peluang untuk dikembangkan sebagai suvenir hingga produk UMKM. Jadi penelitian ini bukan hanya untuk laboratorium, tetapi juga bisa membuka peluang usaha bagi masyarakat,” tambah Kesumawati.
Inovasi sederhana namun bermanfaat ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara perguruan tinggi, masyarakat, dan dunia industri.
“UUI ingin membuktikan bahwa kampus bukan menara gading. Dari Aceh, kita bisa melahirkan karya-karya yang bermanfaat bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat,” tutup Kesumawati. (*)

