id info@uui.ac.id (0651) - 7555566 +62 82267811082
id info@uui.ac.id (0651) - 7555566 +62 82267811082

UUI Sosialisasikan PPK Ormawa 2026: Dorong Peran Aktif Organisasi Mahasiswa dan Kampus Berdampak

BANDA ACEH Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) melakukan sosialisasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026 yang berlangsung di Plenary Hall UUI, Kamis (5//2/2026).

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026 dipaparkan secara komprehensif dalam kegiatan pemaparan umum dan sosialisasi yang diikuti oleh perwakilan organisasi kemahasiswaan di lingkungan UUI dan menghadirkan Direktur Direktorat Kemahasiswaan, Kampus Merdeka, Kerja Sama, dan Alumni (DK2MKA) UUI Tibyan Asyukri BPsych MSi sebagai pemateri utama.

Dalam paparan sosialisasinya, Tibyan menegaskan bahwa PPK Ormawa merupakan program nasional yang dirancang untuk memperkuat kapasitas tata kelola organisasi kemahasiswaan sekaligus mendorong kontribusi nyata mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan di tingkat desa dan kelurahan.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi masyarakat desa saat ini semakin kompleks, mulai dari aspek ekonomi, pendidikan, hingga lingkungan.

Oleh karena itu, kondisi tersebut menuntut kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai agen perubahan di ruang akademik, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat melalui pembelajaran berbasis pengalaman di lapangan.

“PPK Ormawa memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar memimpin, mengabdi, dan merancang solusi yang berkelanjutan bersama masyarakat. Dalam program ini, masyarakat diposisikan sebagai mitra, bukan objek,” ujar Tibyan.

Lebih lanjut dijelaskan, PPK Ormawa memiliki perbedaan mendasar dengan program lain seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Jika PKM berfokus pada ide dan luaran akademik, serta KKN bersifat kurikuler dan jangka pendek, maka PPK Ormawa menitikberatkan pada penguatan kapasitas organisasi kemahasiswaan dengan pendampingan intensif selama kurang lebih satu semester atau 5-6 bulan.

Tibyan mengatakan dalam pelaksanaannya, mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan berperan sebagai perancang sekaligus pelaksana program, didampingi oleh dosen sebagai pendamping akademik dan pengendali mutu.

“Sementara Perguruan tinggi bertindak sebagai penanggung jawab program. Desa atau masyarakat menjadi mitra strategis dalam setiap tahapan kegiatan,” ujarnya.

Tibyan menyebutkan adapun fokus program PPK Ormawa meliputi pemberdayaan UMKM desa, peningkatan literasi dan pendidikan masyarakat, pengelolaan bank sampah dan ketahanan pangan, hingga penerapan teknologi tepat guna.

“Seluruh program diarahkan pada solusi nyata yang berorientasi pada keberlanjutan serta sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan kebijakan Kampus Berdampak,” tambahnya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan organisasi kemahasiswaan dapat mempersiapkan diri secara optimal dalam menyusun proposal dan mengikuti seluruh tahapan seleksi PPK Ormawa Tahun 2026, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai motor penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat.(*)

Leave a Reply