ACEH – Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) telah menyalurkan 1 ton bantuan non-tunai berupa kebutuhan pokok sehari-hari kepada korban banjir di 5 desa di Kabupaten Bireuen, pada Rabu (10/12/2025).
Bantuan tersebut merupakan hasil pengumpulan melalui posko donasi “UUI Peduli Aceh” yang digerakkan sejak awal musibah banjir melanda beberapa daerah di Provinsi Aceh.
Bantuan non-tunai tersebut berupa sembako dan kebutuhan dasar lainnya, seperti beras, mie instan, air mineral, minyak goreng, gula, perlengkapan bayi, pakaian, alas tidur, sandal/sepatu yang disiapkan dengan cermat oleh tim relawan UUI dan kemudian disalurkan langsung ke masyarakat yang membutuhkan.

Semua bantuan tersebut dibawa menggunakan 1 truk besar dengan memperhatikan hasil asesmen kebutuhan yang dibuat tim lapangan, sehingga bantuan bisa tepat sasaran bagi warga terdampak.
Rektor UUI, Dr Mutiawati MPd menegaskan bahwa fokus utama penyaluran bantuan non-tunai ini adalah memenuhi kebutuhan harian masyarakat di masa darurat pascabanjir.
“Kami memilih jenis bantuan yang paling dibutuhkan saat ini, agar warga bisa segera memenuhi kebutuhan hidup dasar mereka. UUI akan selalu hadir bersama masyarakat Aceh pada setiap proses pemulihan,” ujarnya.
Distribusi bantuan tersebut dibawa langsung oleh tim relawan yang terdiri dari dosen, staf, dan mahasiswa UUI dan dipimpin oleh Direktur DK2MKA Tibyan Asyukri BPsych MSi.

Selain menyerahkan paket bantuan, tim juga berinteraksi langsung dengan warga untuk mendengar keluhan serta tantangan yang mereka hadapi sehari-hari setelah banjir.
“Setelah ini masih ada sejumlah bantuan lagi yang masih akan kami salurkan di tahap berikutnya,” jelasnya.
Warga yang menerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih kepada UUI.
“Bantuan ini sangat berarti dan membantu kami,” ujar salah satu penerima bantuan di Desa Krueng Beukah Kabupaten Bireuen.
UUI berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat terdampak dan menjadi bagian dari upaya kolektif untuk membangun serta membangkitkan kembali semangat para korban banjir yang kini sedang dalam masa sulit.(*)

