BANDA ACEH – Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) terus memperkuat kualitas komunikasi publik dan tata kelola kehumasan dengan mengikuti Kegiatan Pendampingan Humas Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIII di Aula Lantai 5 LLDikti Wilayah XIII, Banda Aceh, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pengelola humas perguruan tinggi swasta (PTS) di Aceh untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat pemahaman mengenai strategi pengelolaan kehumasan yang efektif di era digital.
Pendampingan ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju Anugerah Humas Diktisaintek Tahun 2026 tingkat nasional.

Bagi UUI, keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk terus meningkatkan kualitas publikasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, humas memiliki peran yang semakin penting, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai jembatan yang membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang cepat, terbuka, dan akurat.
Staf Humas UUI, Sri Wahyuni, yang ikut kegiatan pendampingan tersebut mengatakan UUI selama ini terus mengoptimalkan berbagai kanal komunikasi digital, mulai dari website resmi hingga media sosial seperti Instagram dan TikTok.
Beragam informasi yang dipublikasikan mencakup kegiatan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, prestasi mahasiswa, kerja sama internasional, hingga berbagai inovasi yang dihasilkan sivitas akademika.
Selain memanfaatkan platform digital, UUI juga secara konsisten mendokumentasikan berbagai capaian dan aktivitas kampus melalui UUI News, majalah kampus yang diterbitkan setiap tiga bulan sebagai media informasi dan dokumentasi institusi.

“Melalui pendampingan ini, kami berharap strategi komunikasi yang telah dijalankan dapat terus berkembang, semakin inovatif, dan selaras dengan standar kehumasan perguruan tinggi di tingkat nasional. Kami juga ingin memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat semakin berkualitas, mudah diakses, dan memberikan dampak positif bagi citra UUI,” ujar Sri Wahyuni.
Dalam sesi pertama, peserta memperoleh materi mengenai strategi pengelolaan website perguruan tinggi untuk memenuhi standar penilaian Anugerah Humas Diktisaintek Tahun 2026. Materi tersebut disampaikan oleh Komisioner Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi Komisi Informasi Aceh, Vicky Bastianda, S.E.
Sementara itu, pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan pembekalan mengenai optimalisasi pengelolaan media sosial perguruan tinggi dari Redaktur Senior Harian Serambi Indonesia sekaligus Pembina Forum Aceh Menulis, Yarmen Dinamika. Materi ini membahas pentingnya menghadirkan konten yang informatif, kreatif, dan mampu membangun kedekatan dengan masyarakat melalui media digital.
Melalui kegiatan ini, UUI kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kehumasan.
Dengan strategi komunikasi yang semakin adaptif dan profesional, UUI optimistis dapat memperkuat keterbukaan informasi publik, membangun reputasi institusi, serta menghadirkan layanan informasi yang semakin bermanfaat bagi masyarakat luas.

