Banda Aceh – Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) kembali menorehkan capaian di tingkat nasional. Tim UUI yang melibatkan dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) dinyatakan lulus pendanaan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026.
Pengumuman tersebut disampaikan secara resmi pada 26 Januari 2026 oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Dalam pengumuman itu, tim UUI yang diketuai Bd Chairanisa Anwar SST MKM, dengan anggota Bd Nuzulul Rahmi SST MKes dan apt Siti Samaniyah MFarm, tercatat sebagai penerima pendanaan melalui proposal berjudul “Boh Kala untuk Aceh Tangguh: Inovasi Anti-Nyamuk Alami Berbasis Kearifan Lokal dalam Mitigasi Risiko Penyakit Pasca Banjir”.

Chairanisa Anwar menjelaskan bahwa program yang dilaksanakan di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya tersebut berfokus pada pemulihan masyarakat pascabencana banjir, khususnya dalam upaya mitigasi risiko penyakit yang sering muncul akibat perubahan lingkungan pascabanjir.
“Melalui pemanfaatan kearifan lokal Aceh, mahasiswa UUI menghadirkan inovasi berbasis bahan alami, yaitu boh kala, sebagai solusi preventif yang mudah diterapkan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Keberhasilan ini menunjukkan peran aktif mahasiswa dan dosen UUI dalam mendukung pemulihan sosial dan kesehatan masyarakat terdampak bencana. Capaian tersebut sekaligus memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Program Mahasiswa Berdampak merupakan inisiatif nasional yang mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan nyata di masyarakat, terutama di wilayah-wilayah terdampak bencana alam di Pulau Sumatra. Pendanaan diberikan kepada perguruan tinggi yang dinilai memiliki gagasan inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan.
Pencapaian ini kembali menempatkan Universitas Ubudiyah Indonesia sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta kontribusi nyata bagi masyarakat. (*)

