PIDIE JAYA – Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) melalui Tim Medis Keliling memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga Desa Gampong Blang, Kabupaten Pidie Jaya sebagai bagian dari upaya pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana banjir pada Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan ini menyasar warga yang terdampak langsung banjir dan mengalami keterbatasan akses layanan kesehatan.
Sejak pagi, warga tampak antusias mendatangi lokasi layanan untuk memeriksakan kondisi kesehatan, mulai dari pemeriksaan umum hingga konsultasi kesehatan.

Tim Medis Keliling UUI menurunkan dosen dan tenaga kesehatan dari berbagai bidang, antara lain kesehatan masyarakat, kebidanan, farmasi, dan ilmu gizi.
Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pengecekan tekanan darah, pemberian obat-obatan, edukasi kesehatan, serta konsultasi gizi bagi warga.
Selain penanganan medis, tim juga memberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan penyakit yang kerap muncul pascabanjir, seperti infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, dan gangguan pencernaan.

Rektor UUI Dr Mutiawati MPd menyampaikan bahwa kehadiran Tim Medis Keliling merupakan bagian dari komitmen UUI dalam memastikan masyarakat terdampak bencana tetap memperoleh layanan kesehatan yang layak.
“Melalui layanan kesehatan gratis ini, kami tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga edukasi kesehatan agar masyarakat mampu menjaga kondisi kesehatannya secara mandiri di tengah situasi pascabencana,” ujar Mutiawati.
Sebelumnya, UUI juga telah membuka posko kesehatan gratis di Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, yang berlangsung selama tiga hari, 8–10 Januari 2026.

Posko tersebut melayani ratusan warga terdampak banjir dan menjadi salah satu upaya awal UUI dalam merespons kebutuhan kesehatan masyarakat.
Kegiatan Tim Medis Keliling ini merupakan bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan UUI dalam merespons bencana banjir di Aceh.
UUI menegaskan akan terus berperan aktif mendampingi masyarakat Aceh, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan jangka menengah dan panjang, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.(*)

