BANDA ACEH – Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) kembali menegaskan diri bukan hanya sebagai kampus akademik, tetapi juga sebagai tempat lahirnya generasi muda yang siap menghadapi kehidupan nyata.
Karena itu, menghadirkan edukasi pranikah untuk mahasiswa melalui seminar bertema “Nikah Bukan Sekedar Sah, Tapi Siap Mental, Sehat, dan Bahagia” yang berkolaborasi dengan BKKBN Perwakilan Aceh, pada Selasa (30/9/2025) di Plenary Hall UUI, Banda Aceh.
Kegiatan ini tidak sekadar membahas teori pernikahan, tetapi juga menyentuh sisi emosional mahasiswa dengan mengajak mereka memahami pentingnya kesiapan membangun keluarga.

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim SKM MKes dalam sambutannya menyebut UUI sebagai kampus visioner yang berani mengambil peran pada isu penting namun kerap diabaikan, yakni kesiapan hidup berkeluarga.
“UUI menjadi contoh nyata bagaimana perguruan tinggi tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga ikut membekali mahasiswa dengan kesiapan hidup. Kami berharap kampus lain bisa mengikuti langkah baik ini,” ujarnya.

Safrina juga menegaskan bahwa pernikahan bahagia tidak terjadi begitu saja, melainkan dibangun dengan persiapan yang matang.
“Pemeriksaan kesehatan pranikah adalah langkah penting, bukan hanya untuk pasangan, tetapi juga demi kesehatan generasi yang akan lahir. Edukasi ini sejalan dengan upaya nasional penurunan angka stunting dan pembentukan keluarga tangguh,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor UUI Dr Mutiawati SPd MPd menekankan bahwa kesiapan menikah mencakup aspek usia, finansial, hingga mental.
“Usia ideal menikah minimal 25 tahun bagi laki-laki dan 21 tahun bagi perempuan. Angka ini berdasarkan riset, bukan ditentukan sembarangan. Kesiapan itu juga berarti mampu mengelola konflik, menjaga komunikasi, dan menyeimbangkan antara harapan dengan kenyataan,” ujarnya.
Mutiawati menambahkan bahwa UUI sebagai institusi pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab membekali mahasiswa dengan soft skills, nilai moral, serta akses layanan konseling untuk membantu mereka mempersiapkan masa depan.

Di sisi lain, perwakilan BKKBN Aceh yang juga psikolog, Wida Yulia Viridanda SPsi MPsi mengajak mahasiswa memahami bahwa pernikahan adalah proses panjang yang membutuhkan kesiapan mental, emosional, dan keterampilan hidup.
“Komunikasi sehat, keterampilan mengelola konflik, dan kesiapan mental merupakan fondasi keluarga yang harmonis. Jangan hanya terjebak pada romantisme, tetapi siapkan diri menghadapi realita rumah tangga,” ungkapnya.
Program edukasi pranikah ini juga mendukung target nasional, mulai dari pencegahan stunting hingga Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang mendorong keterlibatan aktif calon ayah dalam pengasuhan dan pembentukan karakter anak.

Dengan pendekatan edukasi yang humanis, UUI mengajak mahasiswa tidak hanya fokus pada karier dan masa depan pribadi, tetapi juga mempersiapkan diri membangun keluarga berkualitas sebagai kontribusi nyata untuk Indonesia Emas 2045.
Melalui langkah ini, UUI tampil sebagai kampus peduli dan role model yang menyiapkan generasi muda matang secara akademik sekaligus siap menghadapi kehidupan rumah tangga.(*)

