BANDA ACEH – Di tengah derasnya arus budaya populer global yang mendominasi ruang digital, sebuah film pendek karya mahasiswi Farmasi Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI), Dwi Saputri, hadir dengan pesan yang kuat: pentingnya mencintai dan mengenal kembali budaya sendiri.
Film berdurasi 5 menit 25 detik berjudul “Dari Layar ke Lembaran: Pulang Lewat Literasi Gayo” menampilkan perjalanan pribadi Dwi dalam menemukan kembali identitas budayanya yang sempat terabaikan akibat pengaruh tren budaya luar.
“Aku sangat suka K-pop, bahkan hafal lagu dan gerakannya. Tapi suatu hari aku membaca buku tentang adat dan budaya Gayo. Dari situ, aku merasa seperti baru mengenal kampung halamanku sendiri. Aku mulai menggali lebih dalam, dan sadar bahwa budaya kita jauh lebih beragam dan tak kalah berseni,” ungkap Dwi.

Buku tersebut, lanjutnya, bukan hanya memperkenalkannya pada kekayaan adat istiadat Gayo, tetapi juga membangkitkan rasa bangga yang selama ini tersembunyi. Pengalaman itu kemudian ia tuangkan dalam bentuk video, dengan harapan bisa menjangkau generasi muda lain yang lebih akrab dengan konten visual di media sosial.
Meski begitu, Dwi tidak bermaksud menyalahkan ketertarikan anak muda terhadap budaya asing. Sebaliknya, ia justru mengajak agar tetap terbuka pada tren global tanpa melupakan akar budaya sendiri.
“Boleh saja mengidolakan budaya luar, tapi jangan sampai kita kehilangan jati diri. Rasa cinta terhadap budaya sendiri bisa tumbuh dari membaca,” ujarnya.
Film pendek ini secara tersirat mengajak generasi muda untuk kembali melirik buku sebagai sumber pengetahuan dan penguatan identitas, terlebih di tengah dominasi budaya visual saat ini yang perlahan menggeser kebiasaan membaca.

Rektor UUI, Dr Mutiawati MPd, mengapresiasi karya Dwi yang dinilai sejalan dengan semangat universitas dalam membentuk karakter mahasiswa yang berwawasan luas, kreatif, dan berakar pada budaya lokal.
“Kami bangga mahasiswa kami tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga peka terhadap isu budaya dan literasi. Ini membuktikan bahwa UUI mendorong mahasiswa untuk menjadi agen perubahan di berbagai bidang,” ungkapnya.
Film “Dari Layar ke Lembaran: Pulang Lewat Literasi Gayo” juga berhasil masuk sebagai salah satu nominasi dalam ajang Lomba Video Konten Kreatif yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh.
Film pendek ini dapat ditonton secara lengkap melalui kanal YouTube pada tautan https://www.youtube.com/watch?v=i0ps7bJrkXE.
Dwi berharap, melalui karyanya, semakin banyak anak muda yang kembali mengenal dan mencintai kampung halamannya, dimulai dari selembar halaman buku.(*)

