BANDA ACEH – Mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) menggelar pelatihan pembuatan sabun cuci piring ramah lingkungan berbahan dasar ekstrak jeruk nipis dan daun pandan bagi ibu-ibu PKK di Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar (16/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bahan alami sebagai produk rumah tangga yang aman sekaligus bernilai ekonomis.
Pelatihan dibimbing oleh dosen pengampu Rulia Meilina SFarm MSi dan melibatkan mahasiswa Farmasi UUI sebagai tim pelaksana.

Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan yang terdiri atas penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, hingga evaluasi hasil pelatihan.
Dalam penyuluhan, Rulia mengatakan peserta diberikan pemahaman mengenai dampak penggunaan deterjen sintetis terhadap kesehatan dan lingkungan.
Selain itu, tim pelaksana juga menjelaskan manfaat jeruk nipis yang memiliki sifat antibakteri serta mampu mengangkat lemak, sementara daun pandan dimanfaatkan sebagai pewangi alami yang memberikan aroma segar pada sabun cuci piring.
Setelah sesi teori, peserta diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan sabun cuci piring.

Mulai dari mengolah sari daun pandan, mencampurkan bahan utama, mengatur kekentalan sabun, hingga proses pengemasan.
Pendampingan dilakukan secara intensif agar seluruh peserta mampu mengikuti setiap tahapan dengan benar.
Hasil pelatihan menunjukkan seluruh kelompok berhasil menghasilkan sabun cuci piring berwarna hijau dengan aroma khas jeruk nipis dan daun pandan serta memiliki daya bersih yang baik untuk mengangkat lemak pada peralatan makan.
Produk kemudian dikemas dalam botol berlabel sederhana sebagai contoh produk yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan.
Selain menghasilkan produk, pelatihan ini juga berhasil meningkatkan pemahaman peserta.
Sebelum pelatihan, hanya 33,3 persen peserta yang mengetahui tentang sabun cuci piring ramah lingkungan.

Setelah pelatihan, sebanyak 96,7 persen peserta memahami konsep tersebut. Pemahaman mengenai langkah-langkah pembuatan sabun juga meningkat dari 16,7 persen menjadi 96,7 persen, sementara 90 persen peserta mengaku yakin dapat membuat sabun secara mandiri di rumah.
Tak hanya itu, mayoritas peserta menyatakan berminat mengembangkan produk sabun cuci piring berbahan alami sebagai usaha rumahan.
Ketersediaan bahan baku yang mudah diperoleh serta proses pembuatan yang sederhana dinilai menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Farmasi UUI tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi sederhana yang berdampak pada kesehatan, pelestarian lingkungan, dan peningkatan ekonomi keluarga.(*)

