BANDA ACEH – Mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) terus menunjukkan kreativitas melalui pengembangan berbagai produk inovatif berbasis bahan alami.
Produk-produk tersebut merupakan hasil pembelajaran, penelitian, dan praktik di laboratorium yang dilakukan bersama dosen sebagai bagian dari proses pendidikan di Prodi S1 Farmasi UUI.
Melalui pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik, mahasiswa didorong untuk mengembangkan ide menjadi produk yang memiliki nilai manfaat dan berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Pendekatan ini menjadi salah satu upaya Prodi S1 Farmasi UUI dalam mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu kefarmasian, tetapi juga memiliki kemampuan berinovasi dan berwirausaha.
Beragam produk inovasi telah berhasil dihasilkan mahasiswa Farmasi UUI di antaranya Dreamvit, minuman berbahan ekstrak temulawak yang dikembangkan sebagai produk pangan berbasis bahan alami.
Mahasiswa Farmasi juga menciptakan Sirup Buah Pala yang memanfaatkan buah pala sebagai salah satu komoditas lokal menjadi produk minuman yang bernilai tambah.

Selain itu, mahasiswa mengembangkan Salep Antiinflamasi berbahan ekstrak biji ketumbar dan kunyit sebagai formulasi produk berbasis herbal.
Di bidang kosmetik, lahir IMORA Aromatherapy Perfume, parfum aromaterapi dengan perpaduan aroma kenanga dan lemon, serta KELARI Body Scrub, produk perawatan tubuh yang dibuat dari ampas kelapa dan ekstrak daun kari sebagai bentuk pemanfaatan bahan alami yang lebih bernilai.
Ketua Program Studi S1 Farmasi UUI apt Fitria SKM SFarm MFarm mengatakan bahwa pengembangan produk inovatif merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang diterapkan di Prodi Farmasi.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu kefarmasian melalui karya nyata. Melalui proses penelitian dan praktik di laboratorium, mahasiswa belajar menyusun formulasi, melakukan pengujian, hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai manfaat. Harapannya, pengalaman ini menjadi bekal bagi mereka untuk berkarier di dunia kerja, penelitian, maupun kewirausahaan,” ujarnya.

Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia, Dr Mutiawati SPd MPd mengatakan bahwa UUI terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang mendorong lahirnya inovasi dari mahasiswa.
“Kami terus mendukung mahasiswa untuk menghasilkan karya yang inovatif melalui pembelajaran berbasis praktik. Dengan dukungan fasilitas laboratorium, pendampingan dosen, dan budaya riset yang terus dikembangkan, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan sejak masih di bangku kuliah,” katanya.
Berbagai produk yang dikembangkan menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di Prodi S1 Farmasi UUI tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga pada penerapan ilmu melalui karya nyata yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan.(*)

