Banda Aceh-Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh senin (22/12/2014) menggelar Pertunjukkan Musik Tradisi Aceh dan Diskusi Tentang Eksistensi Musik Tradisi Aceh dan Perkembangan Musik di Aceh, dilaksanakan di Plenary Hall Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI). Kegiatan ini merupakan agenda tahunan KNPI Aceh yang diadakan setiap tahunnya.
Kegiatan tersebut disambut baik oleh wakil Rektor III Universitas Ubudiyah Indonesia, Jurnalis J.Hius.SE.M.BA. dalam sambutannya mendukung KNPI Aceh menggelar Pertunjukkan Musik Tradisi Aceh dan Diskusi Tentang Eksistensi Musik Tradisi Aceh dan Perkembangan Musik di Aceh , Jurnalis mengharapkan kedepan para pemuda Aceh agar lebih mencintai budaya aceh.
Sebelumnya, Ketua KNPI Aceh, Jamaluddin M. Jamil mengatakan KNPI Aceh akan bekerjasama dengan pemerintah Aceh, mendorong pemuda Aceh untuk melestarikan dan menjaga budaya Aceh dengan kegiatan-kegiatan pementasan seni.
“sudah menjadi tugas pemuda untuk membangkitkan budaya dan seni di Aceh. karena pemuda mempunyai semangat yang tinggi. Jangan hanya tertipu dan terlena dengan industri besar tetapi pergelaran seni dan budaya Aceh harus dijaga dan dilestarikan”.
Sementara itu, Ketua Panitia, Ricky Soehardi, ST.MT, mengatakan pemuda Aceh perlu diajarkan kesenian keacehan dengan kolaborasi teknologi.
Dalam kesempatan tersebut, KNPI Aceh juga menghadirkan 5 narasumber dari berbagai bidang yaitu Gading Hamonangan ( sekjen DKA), Anton Setiawan S.Pd.M.Sn (Akademisi ), Imam Jumaidi Ma. (praktisi Music), Syeikh Ghazali (produser) dan Donny Arief Sumarto, S.T.,M.T (Wakil Rektor I Ubudiyah Indonesia) untuk membahas tuntas tentang Eksistensi Musik Tradisi Aceh dan Perkembangan Musik di Aceh.
Pada acara tersebut juga ikut dimeriahkan oleh sanggar Tari Ubudiyah Indonesia Heritage yang menampilkan tari Ranup lampuan dan Ratoh Jaroe yang dipandu oleh Syeh Muda Aris. Sanggar Tari Ubudiyah Indonesia Heritage sendiri telah tampil di Malaysia dan Bangkok dibawah binaan Ibu Marniati SE.,M.kes (Rektor Ubudiyah Indonesia).

