BANDA ACEH – Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) kembali meluncurkan Research Management Information System (R-MIS), sebuah sistem terintegrasi yang dirancang untuk mendukung pengelolaan penelitian, publikasi, hingga luaran ilmiah dosen secara lebih efektif dan modern.
Peluncuran R-MIS menjadi langkah strategis UUI dalam mendorong produktivitas dosen sekaligus memperkuat budaya riset berbasis teknologi di lingkungan kampus.
Sistem ini memungkinkan seluruh proses penelitian mulai dari pengajuan proposal, monitoring, pelaporan, hingga dokumentasi publikasi ilmiah dilakukan secara digital dan terintegrasi dalam satu platform.
Rektor UUI, Dr Mutiawati MPd menyampaikan bahwa pengembangan R-MIS merupakan bagian dari visi besar UUI untuk menjadi kampus berbasis cyber yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

“Sistem ini hadir untuk menjawab tantangan dunia digital global, dengan fokus pada inovasi teknologi, kolaborasi internasional, dan solusi berbasis cyber untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, hadirnya R-MIS juga menjadi bentuk keseriusan UUI dalam membangun ekosistem akademik yang lebih efisien, transparan, dan berbasis data.
Dengan sistem tersebut, dosen dapat lebih mudah memantau perkembangan penelitian serta mengelola luaran ilmiah secara terstruktur.
Selain mendukung produktivitas dosen, R-MIS juga diharapkan mampu memperkuat kualitas publikasi ilmiah dan meningkatkan kontribusi penelitian UUI terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat.
“Sistem terintegrasi ini dirancang dengan pendekatan interoperability dan scalable architecture, sehingga mampu mendukung konektivitas global dan standar internasional dalam pengelolaan perguruan tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Direktorat Cyber Development Center (DCDC) Mahendar Dwi Payana SST MT menjelaskan bahwa R-MIS dibangun untuk memberikan kemudahan akses dan efisiensi kerja bagi dosen maupun pengelola penelitian di lingkungan kampus.

Menurutnya, sistem tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat data penelitian, tetapi juga dirancang agar mampu terhubung dengan berbagai platform akademik dan kebutuhan pelaporan institusi secara berkelanjutan.
“R-MIS dikembangkan dengan konsep sistem yang fleksibel, aman, dan terintegrasi. Kami memastikan seluruh proses penelitian dapat terdokumentasi secara digital sehingga memudahkan monitoring, evaluasi, hingga pengembangan kolaborasi riset di masa mendatang,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pengembangan sistem dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna, sehingga antarmuka dibuat lebih sederhana, responsif, dan mudah diakses oleh dosen dari berbagai perangkat.
Melalui inovasi ini, UUI terus mempertegas posisinya sebagai kampus yang aktif mengembangkan teknologi digital dalam dunia pendidikan tinggi.
Kehadiran R-MIS menjadi langkah nyata UUI dalam membangun tata kelola riset modern yang mampu menciptakan kolaborasi, inovasi, dan dampak nyata bagi masyarakat di era transformasi digital.(*)

