* Jalankan Visi Sustainable University 2026
BANDA ACEH – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memunculkan persoalan lanjutan, salah satunya masalah kesehatan.
Dalam situasi pascabencana tersebut, Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) hadir di tengah masyarakat melalui Posko Kesehatan Gratis sebagai bagian dari upaya mengawal pemulihan kesehatan warga terdampak banjir.
Posko kesehatan gratis tersebut didirikan di Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya selama 8-10 Januari 2026 dan menjadi salah satu pusat layanan kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat pascabanjir.

Selain layanan statis di posko, tim kesehatan UUI juga melakukan pengobatan keliling bertajuk “Tim Medis Keliling UUI ke Gampong Blang”, guna menjangkau warga di wilayah yang sulit mengakses fasilitas kesehatan.
Mengusung pendekatan layanan yang menyeluruh, UUI menurunkan dosen-dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan lintas disiplin, meliputi bidang Kesehatan Masyarakat, Kebidanan, Farmasi, Psikologi, dan Ilmu Gizi.
Kolaborasi lintas keilmuan ini memungkinkan layanan kesehatan diberikan secara komprehensif, tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan penyakit serta edukasi kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
Dosen Kesehatan Masyarakat berperan aktif dalam memberikan edukasi terkait pencegahan penyakit berbasis lingkungan, kebersihan air dan sanitasi, serta kewaspadaan terhadap penyakit yang rentan muncul pascabanjir.

Edukasi ini menjadi langkah awal untuk menekan risiko penyebaran penyakit menular di tengah kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.
Dari bidang Kebidanan, perhatian difokuskan pada kelompok rentan, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.
Pemeriksaan kesehatan, pemantauan kondisi ibu dan bayi, hingga konseling kesehatan reproduksi dilakukan secara langsung, baik di posko maupun melalui layanan medis keliling.
Pendampingan ini dinilai penting untuk memastikan kesehatan ibu dan anak tetap terjaga di tengah keterbatasan layanan kesehatan pascabencana.

Sementara itu, dosen Farmasi memastikan layanan pengobatan berjalan aman dan tepat.
Selain membantu pemberian obat-obatan dasar, mereka juga memberikan edukasi kepada warga mengenai aturan pakai obat, potensi efek samping, serta pentingnya penggunaan obat secara bijak dalam kondisi darurat.
Peran dosen Psikologi dan Ilmu Gizi turut melengkapi layanan kesehatan. Pendampingan psikologis dilakukan untuk membantu warga mengelola stres dan trauma pascabencana, sementara edukasi gizi diberikan untuk menjaga daya tahan tubuh masyarakat melalui pola makan sederhana namun bergizi di tengah keterbatasan.

Sejak dibuka, Posko Kesehatan UUI dan layanan medis keliling mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Bagi masyarakat setempat, kehadiran posko UUI ini sangat membantu di tengah terbatasnya fasilitas kesehatan pascabanjir sehinggan warga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan.
Rektor UUI, Dr Mutiawati MPd menegaskan bahwa keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, kontribusi akademisi dalam situasi bencana tidak berhenti pada tahap tanggap darurat, tetapi akan terus berlanjut hingga fase pemulihan dan penguatan ketahanan masyarakat.
“Melalui sinergi lintas ilmu kesehatan ini, UUI berupaya memastikan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya memulihkan kondisi fisik, tetapi juga membangun ketahanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” kata Mutiawati. (*)

