id info@uui.ac.id (0651) - 7555566 +62 82267811082
id info@uui.ac.id (0651) - 7555566 +62 82267811082

Bangkit Pascabanjir, Mahasiswa UUI Ajarkan Warga Pijay Cara Membuat Antinyamuk Herbal

PIDIE JAYA – Sebanyak 50 mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia (FIKes UUI) yang terdiri atas Program Studi S1 Farmasi, S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Kebidanan, dan S1 Ilmu Gizi memberikan pelatihan kepada warga Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (14/2/2026).

Pelatihan yang diberikan bertajuk “Boh Kala untuk Aceh Tangguh: Inovasi Anti-Nyamuk Alami Berbasis Kearifan Lokal dalam Mitigasi Risiko Penyakit Pasca Banjir” yang merupakan salah satu solusi preventif terhadap penyakit yang kerap meningkat setelah banjir seperti malaria, dengue, dan chikungunya.

Kegiatan terebut merupakan serangkaian Program Mahasiswa Berdampak 2026 yang didukung oleh Kementerian Riset, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek) yang telah berlangsung sejak awal Februari hingga 21 Februari 2026.

Sebanyak 50 mahasiswa UUI terlibat langsung memberikan pendampingan mengenai cara membuat obat antinyamuk alami berbahan lokal (kecombrang/boh kala) sebagai bagian dari upaya mitigasi kesehatan pascabanjir, pengenalan bahan baku dan peralatan yang digunakan agar warga dapat memproduksi antinyamuk secara mandiri.

Di lapangan, para mahasiswa didampingi langsung oleh tiga dosen pendamping yakni Bd Chairanisa Anwar SST MKM, apt Siti Samaniyah MFarm, dan Bd Nuzulul Rahmi SST MKes.

Menurut Ketua Tim Dosen UUI, Bd Chairanisa Anwar SST MKM, penggunaan bahan alami ini dipilih karena mudah ditemukan di lingkungan sekitar sekaligus aman digunakan semua usia tanpa efek iritasi dari bahan kimia sintetis.

Pada sesi pelatihan, mahasiswa UUI juga menyasar kelompok tani dan peternak yang terdampak banjir parah.

Selain untuk kebutuhan rumah tangga, kata Chairanisa, produk antinyamuk alami ini berpotensi dikembangkan sebagai usaha mikro atau UMKM unggulan desa di masa depan.

Seorang warga desa, Asnidar, mengungkapkan rasa syukurnya atas pelatihan tersebut.

Ia menyatakan bahwa setelah banjir, jumlah nyamuk menjadi signifikan dan inovasi antinyamuk alami ini sangat membantu kehidupan sehari-hari.

Ketersediaan bahan baku yang melimpah di desa membuatnya optimis jika produk ini dikembangkan lebih luas lagi ke depan.

Inisiatif ini tidak hanya memperkuat kepedulian UUI terhadap masyarakat terdampak bencana, tetapi juga menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi nyata melalui pendekatan inovatif berbasis lokal yang berkelanjutan.(*)

Leave a Reply