BANDA ACEH – Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) menggelar coaching Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Tahun 2026 sebagai bagian dari persiapan mahasiswa sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Plenary Hall UUI (12/8/2026) tersebut menjadi tahap penting untuk memastikan mahasiswa memahami arah, metode, serta target program KKN yang tahun ini mengusung tema “Membina Masyarakat Pidie Jaya dan Meningkatkan Pendapatan Keluarga Pascabencana: Membangun UMKM Masyarakat Pascabencana Bersama UUI.”
Melalui coaching tersebut, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga.
Setiap kelompok nantinya diarahkan untuk mendampingi keluarga yang membutuhkan berdasarkan data dan kondisi riil di desa.

Konsep KKN Berdampak UUI 2026 tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja, tetapi diarahkan agar mahasiswa mampu menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ketua panitian KKN 2026 Syarifah Asyura SPd MSc mengatakan fokus utama kegiatan ini meliputi keluarga sejahtera, pengembangan UMKM, kesehatan dan ketahanan mental, pendidikan dan pemberdayaan, serta kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah dan masyarakat desa.
Dalam pelaksanaannya, lanjut Syarifah, mahasiswa akan menggunakan pendekatan Family-Centered Community Empowerment atau pemberdayaan masyarakat yang berpusat pada keluarga.
Tahapannya mencakup identifikasi keluarga prioritas, home visit dan asesmen, pemetaan potensi serta permasalahan, penyusunan program pendampingan, implementasi program, hingga monitoring dan evaluasi.

Program unggulan yang menjadi perhatian dalam KKN Berdampak 2026 adalah UMKM Bangkit UUI, yang diarahkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Selain itu, terdapat program Keluarga Sehat UUI, Keluarga Tangguh UUI, Desa Cerdas UUI, dan Desa Berdaya UUI.
Untuk memperkuat pelaksanaan di lapangan, Syarifah menjelaskan mahasiswa juga ditempatkan dalam kelompok-kelompok lintas program studi.
“Kolaborasi lintas disiplin ini diharapkan membuat setiap kelompok mampu melihat persoalan masyarakat secara lebih komprehensif, sekaligus menyusun intervensi yang sesuai dengan kebutuhan keluarga dan desa,” ujarnya.
KKN Berdampak UUI 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 19 Agustus hingga 19 September 2026 dan akan dilaksanakan di 3 kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya yakni Kecamatan Ulim, Jangka Buya, dan Tringgadeng.
Sebanyak 140 mahasiswa lintas prodi UUI mengikuti program ini dan akan ditempatkan di 14 desa di Pidie Jaya.

Kegiatan lapangan mencakup pengumpulan data atau sensus, pelaksanaan program kerja seperti penyuluhan dan pelatihan, pembuatan video dan publikasi melalui media sosial, serta penyusunan laporan kegiatan.
Melalui coaching ini, UUI menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan akademik di lapangan, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu sekaligus berkontribusi terhadap pemulihan dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan semangat KKN Berdampak, mahasiswa UUI diharapkan mampu hadir bukan hanya untuk menjalankan program, tetapi juga mendengar kebutuhan masyarakat, menemukan potensi, memberikan solusi, dan meninggalkan dampak yang berkelanjutan.(*)

