id info@uui.ac.id (0651) - 7555566 +62 82267811082
id info@uui.ac.id (0651) - 7555566 +62 82267811082

HIMAPSI UUI Gelar Webinar Nasional, Edukasi Generasi Muda Hadapi Tantangan Adulting dan Kesehatan Mental

BANDA ACEH – Komitmen Himpunan Mahasiswa Psikologi (HIMAPSI) Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) dalam meningkatkan literasi kesehatan mental kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan webinar bertajuk “Adulting & Mental Health: Bertahan di Dunia yang Chaos”.

Kegiatan yang digelar secara daring pada Sabtu (20/6/2026) ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Webinar tersebut menjadi salah satu program edukasi HIMAPSI UUI untuk menghadirkan ruang diskusi yang relevan bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di era modern, mulai dari tekanan akademik, dunia kerja, hingga kesehatan mental.

Ketua panitia kegiatan Freity menyampaikan bahwa tema adulting dipilih karena banyak anak muda saat ini menghadapi berbagai tuntutan hidup yang tidak hanya berdampak pada karier dan pendidikan, tetapi juga pada kondisi psikologis mereka.

“Melalui kegiatan ini, HIMAPSI UUI ingin mendorong masyarakat agar lebih terbuka membicarakan kesehatan mental serta memahami pentingnya mencari bantuan profesional ketika dibutuhkan,” kata Freity.

Untuk memperkaya wawasan peserta, HIMAPSI UUI menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidang psikologi, yakni Direktur RITZ Konsultan Dr Haiyun Nisa SPsi MPsi dan Psikolog Klinis RSUD Meuraxa Banda Aceh Yusniar Idris MPsi.

Dalam pemaparannya, Dr Haiyun Nisa menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang memiliki pemahaman keliru mengenai kesehatan mental, termasuk anggapan bahwa masalah psikologis akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia.

“Masalah kesehatan mental tidak hilang begitu saja seiring bertambahnya usia. Kondisi tersebut berkaitan dengan dinamika perilaku individu dan tuntutan lingkungan yang terus berkembang,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan peserta agar tidak mudah melakukan self-diagnosis berdasarkan informasi yang diperoleh dari media sosial. Menurutnya, diagnosis gangguan mental harus dilakukan melalui asesmen profesional oleh tenaga yang kompeten.

Selain itu, Dr Haiyun Nisa membahas berbagai tugas perkembangan pada masa dewasa, seperti mengenali diri sendiri, mengelola emosi, menyelesaikan pendidikan, membangun karier, hingga mencapai kemandirian finansial. Berbagai tuntutan tersebut, menurutnya, menjadi salah satu penyebab munculnya fenomena quarter-life crisis pada usia produktif.

Sementara itu, Yusniar Idris menjelaskan keterkaitan antara kesehatan fisik dan kesehatan mental dari sudut pandang klinis.

Ia menekankan bahwa dukungan keluarga memiliki peran penting sebagai caregiver bagi individu yang menjalani pengobatan gangguan mental, termasuk dalam mendampingi proses terapi dan konsumsi obat sesuai anjuran tenaga medis.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari cara mengajak orang tua berkonsultasi ke psikolog, batasan mahasiswa psikologi saat menjadi tempat bercerita bagi teman, pemanfaatan kecerdasan buatan seperti ChatGPT untuk curhat, hingga tantangan komunikasi antargenerasi dalam memahami isu kesehatan mental.

Melalui webinar ini, HIMAPSI UUI berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang memiliki pemahaman yang benar mengenai kesehatan mental dan tidak ragu mencari pertolongan ketika menghadapi permasalahan psikologis.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen HIMAPSI UUI sebagai organisasi mahasiswa yang tidak hanya aktif dalam pengembangan akademik, tetapi juga berkontribusi menghadirkan edukasi yang berdampak bagi masyarakat.

Sejalan dengan komitmen Universitas Ubudiyah Indonesia dalam mencetak lulusan yang unggul dan peduli terhadap isu-isu sosial, webinar ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan mental merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik.(*)

Leave a Reply