BANDA ACEH – Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) kembali membuktikan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat pesisir di Gampong Deah Raya, Banda Aceh melalui inovasi teknologi.
Bersama mitra akademik dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang (STIES) Banda Aceh, UUI memperkenalkan Smart IoT Drying System, sebuah sistem pengeringan modern berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produk olahan ikan masyarakat pesisir.
Sistem inovatif ini menggantikan metode tradisional yang selama ini bergantung pada sinar matahari dan rentan terhadap cuaca, debu, maupun kontaminasi.

Dengan Smart IoT Drying System, proses pengeringan dapat dipantau secara real-time melalui smartphone, sehingga membuat hasil lebih higienis, konsisten, dan efisien.
Waktu pengeringan yang biasanya memakan 3–5 hari kini dapat dipangkas hingga 50%, menjadi hanya 1–2 hari.
Dosen UUI, Rizki Julia Utama MPd bersama tim pengabdian masyarakat Eliana SE MSi dan Ferdi Nazirun Sijabat SE MSc Mgt berperan aktif dalam penerapan sistem ini, sekaligus mendampingi pelatihan diversifikasi produk, manajemen usaha, dan pemasaran digital.
Berbagai produk olahan seperti keumamah, kerupuk, hingga abon ikan kini mulai dipasarkan melalui media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook, memperluas jangkauan promosi ke pasar yang lebih luas.
“Universitas Ubudiyah Indonesia berkomitmen menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan adanya sistem ini, kami berharap masyarakat pesisir bisa lebih mandiri, meningkatkan pendapatan, sekaligus mampu bersaing di era digital,” ujar Rizki Julia Utama.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (14/9/2025) ini dihadiri oleh perangkat gampong setempat dan masyarakat sekitar Kelompok Industri Rumah Tangga Anugrah. Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pemanfaatan teknologi baru dalam mendukung usaha kecil dan menengah di wilayah pesisir.

Rizki Julia Utama menambahkan, kolaborasi antara UUI, STIES Sabang, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Aceh.
“Ke depan, program ini juga akan dipantau melalui evaluasi berkala demi memastikan keberlanjutan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Inovasi ini menegaskan peran UUI tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial dan ekonomi, sejalan dengan visinya menjadi kampus unggul yang mampu memberi dampak nyata sebagai bentuk pengabdian bagi masyarakat.(*)

