Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) Prof Adjunct Dr Marniati MKes memberikan sambutan pad pembukaan konferensi “1st International Joint Conference on Health and Management (IJCHM) 2024”, di Plenary Hall UUI, Selasa (17/9/2024).
BANDA ACEH – Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI), Prof Adjunct Dr Marniati MKes, menekankan betapa pentingnya Community Service International sebagai platform strategis dalam memperkuat pertukaran budaya dan meningkatkan kompetensi global mahasiswa.
Prof Adjunct Dr Marniati menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar bentuk kontribusi sosial bagi masyarakat internasional, tetapi juga merupakan jembatan penting yang menghubungkan mahasiswa dengan beragam perspektif, nilai-nilai budaya, dan sistem sosial yang berbeda dari seluruh dunia.
Hal itu disampaikan menyambut kegiatan pengabdian masyarakat internasional bersama University College of MAIWP International (UCMI) Malaysia bertajuk “International Outbound Mobility Aceh (IOMA) 2024” yang dilangsungkan mulai 9-23 September 2024 di Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI).
Menurut Marniati, keterlibatan mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) dalam program Community Service International memiliki dampak yang signifikan, baik secara personal maupun akademis.

Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dengan komunitas global, yang secara tidak langsung memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan adaptasi mereka.
“Melalui Community Service International, mahasiswa UUI dapat berinteraksi dengan komunitas internasional, mempelajari tradisi serta nilai-nilai sosial yang mungkin berbeda dari yang pernah mereka ketahui sebelumnya. Ini membantu mereka menjadi lebih adaptif terhadap perubahan dan siap menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif dan multikultural di masa depan,” jelas Marniati.
Lebih lanjut, Marniati menambahkan bahwa Community Service International bukan hanya wadah untuk pertukaran budaya, tetapi juga menciptakan kolaborasi antarnegara yang melibatkan berbagai institusi pendidikan dan organisasi non-pemerintah.
Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama dengan berbagai universitas mitra di luar negeri yang selama ini telah membantu memperluas cakrawala mahasiswa UUI melalui program ini.
Dengan partisipasi aktif dalam Community Service International, Marniati berharap mahasiswa UUI tidak hanya belajar dari masyarakat lokal di negara lain, tetapi juga mempromosikan budaya Indonesia, khususnya Aceh, kepada dunia internasional.

Tercatat, UUI telah menjalin lebih dari 100 kerja sama MoU dengan berbagai universitas, baik nasional maupun internasional, termasuk dengan institusi di Malaysia, Thailand, Singapura, China, dan Korea. Prof. Adjunct Dr Marniati MKes menegaskan bahwa UUI berkomitmen untuk terus memperluas dan mengembangkan program Community Service International sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan global.
“Internasionalisasi pendidikan melalui Community Service International bukan hanya sekadar mengirim mahasiswa ke luar negeri, tetapi lebih dari itu, ini adalah tentang bagaimana mereka dapat memberikan kontribusi nyata kepada komunitas internasional, sambil mempelajari nilai-nilai yang akan membentuk mereka menjadi pribadi yang bertanggung jawab,” ujar Marniati.
Dengan adanya program ini, diharapkan Community Service International menjadi salah satu pilar utama dalam misi UUI untuk mencetak lulusan yang kompetitif, berwawasan global, dan siap berperan aktif dalam memajukan masyarakat, baik di tingkat lokal maupun internasional.
UUI ingin memastikan bahwa lulusannya tidak hanya memiliki keterampilan akademis, tetapi juga pemahaman yang mendalam tentang dinamika sosial global, sehingga dapat berkontribusi lebih luas di berbagai sektor.

Pada kegiatan Community Service International atau pengabdian masyarakat internasional 2024, UUI menggandeng universitas ternama Malaysia yakni University College of MAIWP International (UCMI) untuk melakukan berbagai jenis kegiatan.
Kegiatan yang telah dijadwalkan pada kegiatan tersebut antara lain mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan lokasi wisata di Aceh, panti asuhan, rumah sakit, dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh.
Kegiatan student mobility bertema “International Outbound Mobility Aceh (IOMA) 2024” ini diikuti puluhan dosen dan mahasiswa UUI Bersama dengan 20 mahasiswa dan empat pendamping dari UCMI yakni Naib Canselor UCMI Malaysia Prof Dr Wan Mohd Azizi Bin Wan Sulaiman, Timbalan Naib Canselor HEPA UCMI, Prof Madya Dr Nurul Aliah Mustafa, dan Pengarah TAWFEQ UCMI Dato’ Aminuddin bin Shuib.(*)

