BANDA ACEH – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Aceh menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait “Aktualisasi Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Pertambangan untuk Kesejahteraan Masyarakat Aceh” di Plenary Hall Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI), Banda Aceh, Rabu (13/9/2023).
FGD ini bertujuan untuk mencari solusi atas permasalahan terkait pertambangan ilegal yang sedang marak terjadi di Aceh.
Koordinator Daerah BEM Nusantara Aceh Muhammad Khalis dalam sambutan membuka acara mengatakan kegiatan FGD ini diselenggarakan mennanggapi isu-isu yang sedang hangat dan jadi perbincangan baik di kalangan mahasiswa maupun masyarakat soal pertambangan illegal di Aceh.
“Saat ini kita mendengar ada banyak persoalan tambang illegal yang tidak ditindak secara hukum oleh pemerintah dan ini tentunya meresahkan. Tetapi ada juga yang sudah dilakukan penindakan tetapi mengalami bentrok dengan masyarakat, ini juga patut mendapatkan perhatian dan dicari solusinya,” katanya.
Muhammad Khalis juga mengatakan FGD tersebut diharapkan bisa memberikan pandangan terhadap pemerintah dalam upaya menangani dan memberikan solusi untuk menyusun formula yang tepat dalam pengelolaan tambang di Aceh yang berkelanjutan sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan lingkungan yang terjaga.
Sementara itu, Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia Prof Adjunct Dr Marniati MKes mengapresiasi terselenggaranya acara FGD tersebut dan mengatakan akan selalu mendukung apapun kegiatan khususnya di kalangan mahasiswa yang memberi dampak baik kepada masyarakat.
FGD tersebut menghadirkan narasumber yaitu Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Aceh Ir Mawardi, Kepala Dinas ESDM Aceh Ir Mahdinur MM, Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Pol Winardy SH SIK MSi, Kepala Dinas DPMPTSP Aceh Marthunis ST DEA, dan Pengamat Politik dan Ekonomi Universitas Muhammadyah (Unmuha) Aceh Dr Taufiq Abdul Rahim.
Turut hadir dalam FGD tersebut Koordinator Pusat BEM Nusantara, Koordinator BEM Nusantara Wilayah Sumatera, perwakilan BEM dari Universitas Syiah Kuala, Al-Wasliyah, STAI Aceh Tamiang, Abulyatama, dan Politeknik Venezuela.(*)




