Langsung ke konten

Berita & Informasi

DIRPM UUI Hadiri FGD Penguatan Kolaborasi Pemerintah Aceh dan Perguruan Tinggi dalam Pemanfaatan SIGAP dan Satu Data Aceh

S
Sri
•
Bagikan artikel ini
DIRPM UUI Hadiri FGD Penguatan Kolaborasi Pemerintah Aceh dan Perguruan Tinggi dalam Pemanfaatan SIGAP dan Satu Data Aceh

BANDA ACEH - Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) melalui Direktorat Inovasi, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DIRPM) menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Komitmen dan Kolaborasi Pemerintah Aceh Bersama Perguruan Tinggi untuk Perluasan serta Pemanfaatan Sistem Informasi Gampong (SIGAP) dan Satu Data Aceh” di Kantor Gubernur Aceh, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Aceh melalui Biro Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Aceh ini bertujuan memperkuat sinergi pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung pemanfaatan SIGAP serta implementasi Satu Data Aceh sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah berbasis data.

Dalam diskusi panel tersebut, sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi, tata kelola kolaboratif (collaborative governance), hingga penerapan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Forum ini juga membahas pemanfaatan SIGAP untuk mendukung pembangunan gampong serta capaian dan tantangan penyelenggaraan Satu Data Aceh.

WhatsApp Image 2026 11 07 at 11.50.29

Selain pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan berbagi pengalaman mengenai keterlibatan perguruan tinggi melalui program magang statistika, MBKM, dan Kampus Berdampak dalam mendukung perluasan pemanfaatan SIGAP dan penguatan Satu Data Aceh.

Direktur DIRPM UUI Syarifah Asyura SPd MSc menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memastikan hasil penelitian dan pengembangan akademik dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam menghasilkan penelitian, tetapi juga perlu memastikan hasil kajian dan keilmuannya dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan. Melalui SIGAP dan Satu Data Aceh, terbuka peluang bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi melalui penelitian, pengembangan inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan daerah,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, peserta bersama fasilitator merumuskan agenda kolaborasi dan rencana tindak lanjut (RTL) guna mendorong kerja sama yang lebih konkret sesuai kebutuhan pembangunan daerah.

Keikutsertaan UUI dalam forum ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam pembangunan Aceh melalui penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

UUI berharap sinergi dengan Pemerintah Aceh dapat terus berkembang sehingga kontribusi akademik mampu menghadirkan solusi yang relevan dan berdampak bagi masyarakat, khususnya di tingkat gampong.(*)

Bagikan artikel ini

Bantu orang lain menemukan berita ini